Lalu kita sua dalam cinta
Mengeja makna yang selalu saja ruah
Merunut langkah dalam getar-getar
Penuh pesona
Lalu kita rukuk dalam pasrah
Mengharap resah agar lekas sirna
Menyusun kata yang selalu saja ruah
Dan hilang ...
Entah
Lalu kita sua di negerimu
Daratan yang selalu saja bertabur kata
Membaca hati yang tercipta
Dari rintik embun
Sisa tadi malam
utuk bekal mimpi
Seribu tahun kedepan.